Minggu, 05 April 2020

Metamorfosis di Era Digital


Dengung Era Digital telah tersebar luas di masyarakat. Baik yang disampaikan melalui workshop, diklat, seminar, dan forum sejenisnya. Belum lagi yang secara masif disampaikan melalui media informasi, tinggal klik di gadget, langsung muncul yang ingin kita ketahui. Penjelasan dan penjabaran lengkap ditampilkan dari berbagai sumber, media cetak berupa buku atau yang berupa e-book serta artikel. Itulah fakta dan realita yang sekarang kita rasakan. Entah, apakah orang lain juga demikian.
Saya mencoba memahami melalui melihat, mendengar, berkomunikasi dan berselancar, di dunia maya sekadar ingin “paham”, apa itu Era Digital. Bagaimana kita menghadapi era ini, sehingga tidak tergilas dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Secuil pemahaman saya tentang Era Digital , mengesankan tidak ada alasan bagi kita untuk tetap bersikukuh “ogah tahu” perkembangan ilmu khususnya di bidang teknologi pendidikan. Ketika kita menengok sejarah perkembangan alat komunikasi yang sangat cepat mengalami perkembangan menuntut adanya pola perubahan aktivitas pada setiap diri manusia begitu juga dengan institusi, corporate, organisasi yang menggunakan jasa komunikasi dan jaringan net. Kita melihat bagaimana tergerusnya taksi konvensional oleh taksi online, market online tumbuh menjamur seolah akan menggusur mall-mall perbelanjaan, e-banking dengan segala fitur kemudahan seakan memangkas buruh bank, layanan e-tiket yang sudah mulai melalap agen-agen konvensional, E-Learning yang sekarang sudah membanjiri dunia virtual yang secara sadar tidak sadar, langsung maupun tidak langsung akan menguasai peran di era digital ini.
Itu seujung kuku tentang era digital yang saya pahami. Entah, apakah pemahaman saya ini bisa dibenarkan atau tidak, tentunya para ahli dan orang-orang yang berkompeten dapat menjelaskan secara detail seluk beluknya. Core yang ingin saya sampaikan adalah bagaimana kita sebagai mahluk yang diberi akal dan disuruh berpikir tidak berdiam diri stagnan akan pengetahuan yang ada pada diri kita. Kita dituntut terus beradaptasi dengan segala perubahan, bermetamorfosis untuk menjadi lebih baik dari segi tampilan, wawasan dan implemetasi kita bersikap. Ulat saja bisa bermetamorfosis”. Bagaimana dengan manusia yang dilengkapi dengan akalnya? Tentunya, dalam bermetamorfosis kita sebagai umat beragama tetap berpatokan pada hukum-hukum yang kita yakini. Kritis memilah dan memilih apa yang menjadi konsumsi untuk beradaptasi dengan segala perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan teknologi. Sehingga nantinya kita terus hidup dan segar menikmati perkembangan jaman dengan tetap beradad terhadap lingkungan alam dan sosial serta yang utama menjadi ibadah kita kepada Sang Khalik.

22 komentar:

  1. Metamorfosis untuk terus menjadi lebih baik

    BalasHapus
  2. Terus berubah untuk berbenah, karena iptek akan meninggalkan pribadi-pribadi yang stagnan. Mas pak say artikelnya

    BalasHapus
  3. Terimaksih Mas Rosihan komentarnya..... kirim blognya mas rosihan pengen baca tulisannya

    BalasHapus
  4. Keren pak. Maju terus jangan kasih kendor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap. Terimakasih support semangatnya Pak/ Bu

      Hapus
  5. Benar apa yg terjadi saat era digital ini ada kenyataan kita diarahkan ke suatu titik yaitu zaman digital yg ada hanya kondisi 0 dan 1,kosong dan ada/kenyataan bahwa kondisi ini kita mengisi keberadaan dari ketiadaan didalam kehampaan tetapi ada kenyatan (dunia maya/semu /internet(interconected network) ,memang agak mbulet ya.
    Terimakasih .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih masukan dan komentarnya. Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat bagi kita semua

      Hapus
  6. Alat digital memudahkan kita berinteraksi untuk zaman sekarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Alat digital sebagai alat untuk mempermudah dalam pembelajaran untuk mendapatkan hasil yg berkualitas. Terimakasih komentar Bapak/Ibu

      Hapus
  7. Ya pak,dalam hal ini kita harus lebih bijaksana.Tulisan yang cerdas.

    BalasHapus
  8. Ya pak,dalam hal ini kita harus lebih bijaksana.Tulisan yang cerdas.

    BalasHapus
  9. benar sekali mengikuti perkembangan zaman (era digital) tetap harus diikuti sikap selekif mana yang positif dan negatif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adaftif terhadap perubahan tergerak, bergerak dan menggerakkan.

      Hapus

Tips Menulis Cepat dan Tepat

Bertemu kembali dalam kihade@blogspot. Kali ini kita akan mengahdirkan Catur Nurrochman Oktavian, M. Pd. Beliau adalah Ketua Departemen ...