Oleh : Afifa, S.Si
Guru SMP Negeri 2 Ajung
Guru SMP Negeri 2 Ajung
Banyak orang berfikir proses
belajar itu harus konsentrasi, sunyi dan tidak ada suara gaduh agar proses
belajar itu berhasil sesuai dengan yang diharapkan. Otak kita telah menyimpan kata belajar itu
berhubungan dengan buku, konsentrasi dan akal pikiran. Padahal teori belajar itu sendiri bermacam macam..
Banyak tokoh dalam teori belajar yang berpendapat bahwa belajar bukan hanya
perubahan dari tidak tahu menjadi tahu dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga
perubahan tingkah laku yang terjadi karena adanya stimulus / rangsangan.
Menurut B.F. Skinner dalam https://id.wikipedia.org/wiki/B.F._Skinner
Inti pemikiran Skinner adalah setiap manusia
bergerak karena mendapat rangsangan dari lingkungannya. Sehingga belajar adalah suatu proses adaptasi (penyesuaian tingkah
laku) yang terjadi karena adanya rangsangan dari lingkungannya. Teori ini disebut
dengan teori belajar behavioristik. Seseorang yang hidup dilingkungan baru,
maka dia akan belajar beradaptasi dengan lingkungannya. Sehingga belajar dapat
diartikan perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Seperti yang
orang sering menyebutkan kata bijak
experience is the best teacher artinya pengalaman adalah guru terbaik.
Belajar dari pengalaman akan memberi efek pada seseorang untuk mengambil sesuatu yang baik dan meninggalkan yang buruk. Peserta didik saat di
sekolah akan mengalami banyak pengalaman belajar. Mulai berangkat dari rumah
menuju ke sekolah sampai kembali lagi ke rumah, dia akan bertemu dengan
berbagai macam rangsangan dari lingkungan. Rangsangan dari lingkungan itu akan
diterima oleh reseptor yang berupa panca indra.
Contohnya adalah mata yang
melihat dan telinga yang mendengar
merupakan proses belajar.
Sekolah yang merupakan tempat terjadinya proses belajar dan mengajar
membuat peserta didik lebih semangat dalam belajar. Hal ini dikarenakan mereka
belajar tidak sendiri tetapi bersama sama dengan teman yang memiliki
karakteristik berbeda-beda. Belajar di rumah yang diterapkan saat pandemi
covid-19 membuat mereka jenuh dan ingin kembali ke sekolah. Pada saat didalam
kelas peserta didik beradaptasi menerima rangsangan berupa materi pelajaran
dari hasil melihat dan mendengarkan saat
guru memberikan materi pelajaran. Sedangkan pada saat diluar kelas mereka akan
saling berinteraksi dengan sesama teman yang berbeda jenis kelamin, kebiasaan,
tingkah laku dan pemikiran.
Segala bentuk perubahan
tingkah laku yang terjadi pada peserta didik baik saat menerima materi
pelajaran di kelas maupun saat berinteraksi dengan sesama teman diluar kelas
inilah yang disebut belajar. Belajar sambil bermain sering disebut dalam
pembelajaran pada jenjang Taman Kanak
Kanak (TK) atau Pendidikan Anak Usia
Dini (PAUD). Padahal bukan hanya anak TK
dan PAUD yang butuh belajar sambil bermain, tetapi semua orang akan mengalami
proses belajar yang lebih menyenangkan apabila dalam suasana yang tidak monoton.
Semua peserta didik waktu
masuk sekolah sering mendambakan libur. Tetapi pada saat mereka mengalami libur
panjang dan harus belajar di rumah, mereka akan mengatakan lebih enak di
sekolah. Sebenarnya ada banyak
manfaat yang diberikan pendidikan informal untuk anak-anak yang dilakukan di rumah dan lingkungan bermain. Manfaatnya antara lain memperkuat
mental, mengenalkan tanggung jawab, membangun jiwa sosial dalam jaringan
pertemanan, dan pengembangan sikap serta kepribadian. Semua manusia memiliki
berbagai peran dalam kehidupannya. Misalnya seorang peserta didik juga menjadi teman, menjadi anak dan menjadi
seorang pekerja jika dia pulang sekolah bekerja untuk membantu orang tua
mencukupi kebutuhan hidup. Seorang guru perempuan juga berperan sebagai ibu,
istri, anggota pengajian, anggota PKK, dan lain lain. Kita harus tetap semangat
dalam proses mencari pengalaman dalam hidup untuk tetap mampu beradaptasi dalam
berbagai macam bentuk kehidupan. Pengalaman hidup kita saat ini akan menentukan
masa depan kita di kemudian hari.
Akhirnya dapat kita
simpulkan bahwa belajar bukan hanya di dalam kelas yang formal, tetapi juga
pendidikan informal saat berinteraksi sosial. Belajar adalah perubahan tingkah
laku yang berasal dari pengalaman
yang merupakan respon terhadap
rangsangan yang datang dari lingkungan.
Pengalaman hidup akan membuat kita lebih peka dan kuat secara fisik, mental dan
kepribadian. Kehidupan terus berjalan, jangan putus asa dan tetap semangat
untuk melukis pengalaman pengalaman indah yang akan dikenang sepanjang masa.
Belajar tidak ada batas waktu, karena belajar adalah tiap hembusan nafas kita
dalam hidup yang kita lewati sampai ajal menjemput kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar